HUBUNGI AKU DI 0818253301 atau 08567893775 Sang Guru Erotis: guru dan uang
BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS
Tampilkan postingan dengan label guru dan uang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label guru dan uang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juni 2009

Guru adalah Seniman



Kebanggaan atas sebuah profesi kadang-kadang tidak bisa diukur dengan uang. Seorang seniman misalnya, tidak akan pernah karyanya hanya dinilai oleh uang, meskipun dia tidak menolak lukisannya dibeli dengan uang dengan nominal tertentu. Demikian pula guru.

Profesi guru sama dengan profesi seniman. Tangan-tangannya tidak akan pernah berhenti bekerja untuk menghasilkan karya seni, seperti Habibie, Soekarno, Soeharto, Natsir, Agus Salim, Ki Hajar Dewantoro, dan semiliar lebih manusia pintar dan cerdas di muka bumi ini. Guru tidak pernah berhenti untuk berharap bahwa suatu ketika muridnya akan mampu mengubah wajah dunia seperti Einstein.

Sisi cerlang-cemerlang guru yang lain adalah dia tidak ingin dan tidak akan berharap bahwa muridnya akan menyebutnya di depan masyarakat cerdik di dalam simposium, seminar, dan kongres. Dia tidak sepicik itu. Itulah mentalitas guru. Guru yang benar. Guru yang mengajarkan ilmu dan kehidupan kepada murid-muridnya, dan bukan mengejar uang.

Analogi: jika kita selama ini menerima tawaran untuk minum teh, kopi, susu, dan makan makanan yang enak-enak, mengapa ketika menjadi guru kita tidak menolak untuk minum racun dan makan akar pasakbumi? Mengapa guru menenggelamkan dirinya pada rawa-rawa kehidupan yang banyak lintahnya?